Pages

demam typoid

Demam typoid atau tifus abdominalis merupakan penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh kuman /Salmonella thyphosa/. Penyakit ini termasuk penyakit menular, dengan rute penularannya dalam bahasa Inggris disingkat 3F, yaitu Feces (kotoran manusia), Fly (lalat), dan Food (makanan). Pernah dilakukan survey sederhana, ternyata sebagian gado-gado di sekitar Jakarta, mengandung kuman typoid. Tapi tidak usah kaget, karena memang Jakarta endemis penyakit ini. Artinya sepanjang tahun, pasti ada orang yang kena penyakit typoid.

Apa gejalanya?
Gejalanya sangat bervariasi, dari yang ringan, sehingga tidak terdiagnosa, sampai gambaran penyakit yang khas dengan komplikasi, bahkan menyebabkan kematian. Tapi pada umumnya keluhan dan gejala penyakit ini adalah:
1. Demam, biasanya lebih dari 1 minggu dan dapat mencapai 39–40◦C, di malam hari, demam lebih tinggi dibanding malam hari.
2. Nyeri kepala dan pusing.
3. Lemah, lelah dan nyeri otot.
4. Gangguan perut seperti: mual, muntah, perasaan tidak enak di perut dan nafsu akan berkurang. Bisa juga diare atau bahkan sulit buang air besar.
5. Pada minggu kedua, lidah akan tampak seperti kotor, pembengkakan hati dan limpa.
6. Kadang terjadi gangguan kesadaran.
Kemudian pada pemeriksaan laboratorium mungkin terjadi penurunan leukosit (sel darah putih), dan kemudian pada tes Widal, akan terjadi peningkatan titer antibody terhadap kuman salmonella thyposa. Biasanya leukosit yang normal itu antara 5000 – 10,000/ul. Sedangkan titer antibody, dikatakan positif jika antibody tipe O, mencapai 1/320. Tapi lebih baik serahkan interpretasi hasil laboratoriumnya pada dokter anda.

Apa komplikasinya?
Komplikasi demam typoid memang cukup menyerakan. Dan kalo sudah muncul komplikasinya, kadang prognosisnya kurang bagus. Komplikasi yang serius diantaranya adalah:
Pertama, komplikasi intestinal (maksudnya komplikasi di daerah usus halus), yaitu:
1. Perdarahan usus. Karena memang kuman ini menyerang dinding usus halus, sehingga memperlemah/membuat luka di dinding usus halus.
2. Dan bila makin lemah, dapat terjadi perforasi usus (ususnya berlubang). Kalo sudah begini, harus dilakukan operasi segera, untuk memotong usus yang berlubang itu.

Kedua, komplikasi ekstra intestinal (maksudnya komplikasi yang terjadi di luar usus halus), yaitu:
1. Peradangan pada otot jantung (myocarditis).
2. Peradangan paru-paru (Pneumonia).
3. Peradangan pada pankreas (pankreatitis).
4. Infeksi pada ginjal dan kandung kencing.
5. Infeksi tulang belakang (osteomyelitis).
6. Infeksi dan peradangan di selaput otak (meningitis), dan• Gangguan kejiwaan, misalnya halusinasi (melihat sesuatu, yang sebenarnya tidak ada atau bahkan psikosis paranoid (bahasa awamnya “gila”, dengan gejala yang dominan, selalu curiga atau ketakutan yang tidak berdasar).

Lalu, bagaimana pengobatannya?
Pengobatan demam tifoid, dapat kita bagi menjadi 3 bagian yaitu:
Perawatan, diet, dan obat-obatan. Perawatan sebenarnya bisa dilakukan di rumah, yang penting mengerti tentang komplikasi yang mungkin timbul, dan kapan diputuskan untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Bila keadaan tidak memungkinkan perlu dilakukan perawatan di rumah sakit untuk isolasi, observasi dan pengobatan. Biasanya pasien harus istirahat total, minimal sampai 3 hari bebas panas.

Diet, tidak harus makan bubur saring. Karena tidak semua orang bisa makan bubur, yang secara tampilan tidak membangkitkan selera makan. Bisa saja diberikan nasi padat, yang penting rendah serat kasar. Dan lauk pauknya tidak dibumbui yang terlalu merangsang.

Kemudian obat-obatan, yang dapat dipakai adalah Kloramphenikol, Thiamphenikkol, Kotrimoksazol, Ampisilin dan Amoksisilin, Sefalosforin, Fluorokuinolon. Di Indonesia kloramphenikol masih merupakan obat pilihan utama, karena masih 100% sensitif. Selain itu juga diberikan obat-obatan simptomatik / penghilang gejala, misalkan obat turun panas, seperti parasetamol, atau antasida untuk mengurangi ketidaknyamanan di perut.

0 komentar: